"The Year Comes, the Wounds Return, I Survive"
melainkan tentang keberanian kecil yang kuambil setiap hari:
bangun pagi meski lelah, tersenyum meski hati belum utuh,
berjalan meski langkah terasa berat.
lalu esoknya bangkit-meski dengan langkah goyah-dan tetap melangkah.
Takut kehilangan, takut kecewa, takut sendiri.
Tapi di titik ini, aku menyadari satu hal paling penting:
aku telah melewati begitu banyak hal yang dulu kukira tak akan mampu kulalui.
Dan hari ini…
aku belajar menerima bahwa tidak semua hal harus megah untuk bermakna.
Kadang, sebuah momen sunyi bisa lebih jujur daripada seribu keramaian.
Kadang, doa-doa lirih yang kulangitkan diam-diam
jauh lebih dalam dari tepuk tangan yang gaduh.
Aku memeluk semua versiku yang kuat, yang rapuh,
yang pernah terluka, yang sedang belajar berdamai.
Dan aku tahu, perjalanan ini belum usai.
Masih banyak mimpi yang menunggu dijemput,
masih banyak langit yang ingin kugapai.
Tahun ini, aku ingin menjadi lebih ringan:
tidak lagi menggenggam terlalu erat apa yang tak ingin tinggal,
tidak lagi mengukur kebahagiaan dari jumlah ucapan atau hadiah.
Cukup dari kedamaian yang kutemukan dalam diri,
dan senyuman kecil yang hadir tanpa alasan pasti.
Terima kasih untuk diri ini,yang terus belajar menjadi lebih manusia-lebih sabar, lebih tulus, lebih kuat. Hari ini aku tidak berharap semuanya akan sempurna Aku hanya berharap, aku bisa lebih mencintai proses, lebih memaafkan ketidaksempurnaan, dan lebih percaya bahwa semua hal terjadi bukan tanpa alasan.
Untuk la-nisa,
terima kasih sudah bertahan.
Untuk segala malam yang kau tangisi diam-diam,
dan pagi-pagi yang tetap kau hadapi meski mata sembap.
Untuk tetap percaya pada cahaya,
meski pernah tersesat dalam gelap.
Hari ini aku memilih bersyukur.
Bukan karena semua hal sudah sempurna,
tapi karena aku mulai menerima bahwa tidak harus sempurna untuk bahagia.
Aku ingin tahun ini menjadi tentang hal-hal kecil yang tulus,
langit senja yang tak lagi kulihat terburu-buru,
tawa yang datang dari hati,
atau pelukan yang tak harus diucapkan dengan kata.
Aku ingin mengenali dunia lewat kebaikan,
dan menyayangi diriku dengan kesabaran.
Mungkin tidak semua impian akan terwujud dalam waktu dekat,
tapi aku tahu, langkah kecil hari ini sedang menuntunku ke sana.
Dan jika suatu hari nanti aku lupa bahwa aku berharga,
semoga tulisan ini mengingatkanku: bahwa aku pernah sampai di sini,
meski banyak badai yang mencoba menenggelamkan.
Gadis kecil, aku mencintaimu-dengan segala kekurangan dan kelebihan mu.
Kau tak sempurna,
tapi kau tetap pantas untuk dicintai,
oleh dunia…
dan oleh dirimu sendiri.
Selamat bertumbuh,
dalam senyap yang lembut,
dalam langkah-langkah yang jujur,
dalam cinta yang tak perlu diramaikan.
“Selamat… kamu berhasil sampai di sini.”

Komentar
Posting Komentar