PERANG TELAH USAI
25 November 2025 Pagi itu, langkahku terasa berat. Bukan karena tas yang kupikul, tapi karena hati yang setengahnya tertinggal di rumah. Senyum ibu yang mencoba tegar, genggaman ayah yang hangat, dan suara adik yang memanggil dari jauh semua melekat erat di ingatan. Aku sadar inilah awal dari sebuah perjalanan panjang. Aku bukan lagi anak yang selalu pulang di sore hari, melainkan seseorang yang harus belajar hidup jauh dari pelukan rumah. Aku akan belajar dari nol tentang mandiri, tentang bertahan, dan tentang bagaimana menemukan rumah di hati sendiri. Aku tidak tahu apa yang menunggu di depan, tapi aku percaya, setiap langkah ini adalah bagian dari takdir yang sedang membentukku. Mungkin akan ada rindu yang menyesak, lelah yang menguji, dan kesepian yang tiba-tiba datang. Tapi aku juga yakin, akan ada tawa, cerita, dan pencapaian yang membuat semua perjuangan ini layak dijalani. Jika di ceritakan perjalanan ini cukup panjang terkadang di iringi tangis terkadang di iringi ...